Daily Activities

Rumah.

Rumah.

Apa yang kamu pikirkan jika dengar kata “rumah”?
Kamar tidur kesayangan? Atap yang bocor jika hujan? Pohon cabai yang tumbuh lebat di pekarangan ? Makanan buatan ibu yang selalu enak? Dinding rumah yang dipenuhi coretanmu waktu kamu masih kecil?
Yaa,  apapun itu pasti itu adalah sesuatu yang sangat berkesan untukmu.
Untukku? Rumah buatku bukan sekedar tempat pulang, tapi juga  melibatkan perasaan. Segala macam perasaan tetiba muncul saat mendengar kata “rumah”.

“Home is where the heart is”

Mendengarnya saja sudah membuat mata berkaca. Apalagi dibarengi dengan lagu kebangsaan  para pelancong yang berada jauh dari kampung halaman dan tetiba ingat pada keluarga.
“Another summer day has come and gone away in Paris and Rome, but i wanna go home..”
Klop. Lengan baju harus siap  jadi lap dadakan untuk air mata yang mungkin saja akan turun segera.

“Maybe surrounded by a million people, i still feel all alone.. I just wanna go home.. I miss you, you know?”

Bicara soal rindu, rasanya aku punya stok kerinduan yang melimpah ruah. Tak siang, tak malam, tak sedang berdiri atau duduk, bergerak atau diam, rinduku pada rumah akan selalu ada dan menggebu. Apalagi jika ku ingat salah-salahku pada ami (ibu -red), saat itu rasanya sangat memohon agar Allah memperkenankanku untuk masih bertemu dengan ami dan berbakti kepadanya. Jika sedang ingat ami, kekuatan rinduku pada rumah jadi berkali-kali lipat besarnya.

Untung saja hari ini teknologi sangat canggih. Dengan kecepatan sepersekian detik, aku bisa langsung menelepon keluarga ku di kampung setiap akhir minggu. Jika tidak, mungkin aku akan menghubungi Sutradara atau para kru di Film Harry Potter, “bagaimana caranya aku bisa mendapatkan burung hantu seperti si Hedwig?”, tentu saja agar aku tetap  bisa mengirimkan surat-surat untuk orang-orang di rumahku, rumah yang seluruh hatiku tertinggal di sana, di rumah teduh yang memiliki pohon jambu monyet di halamannya itu. Tentu jikapun aku bisa mendapatkan Hedwig si Pengantar Surat, aku harus berdoa semoga burung hantu putih itu kuat untuk menempuh perjalanan Duisburg – Bandung sekitar 11.373 KM.

“Another aeroplane, another sunny place, i’m lucky i know.. But I wanna go home..”

Setiap ku pergi ke berbagai tempat baru, yang ku pikirkan hanya Ami – Abi,  keluarga, teman-teman dekat serta daftar oleh-oleh yang harus kubeli dan ku berikan saat ku pulang.  Selain tanda cinta, juga sebagai tanda berterima kasih karena mereka adalah orang-orang istimewa dalam hidup ku. Kadang ku ingat juga para tetangga sebelah rumah, yah oleh-oleh sebagai tanda terima kasih juga karena pernah ditumpangi kamar mandinya saat air PDAM tidak mengalir di rumahku atau pada keikhlasan mereka untuk senantiasa membantu keluarga kami. Para penjual langganan di pasar pun kadang aku mengingatnya, yah kadang saja sih. Tidak terlalu sering. Ya itu, ingat karena aku sering mengutang uang belanjaan pada mereka. Pun begiu pada mamang ojeg langganan, Mang Edeng si Kapten Ojeg.

“….. And I know just why you could not come along with me, 
This was not your dream, but you always believed in me..”

Well, memang ini semua mimpi-mimpiku sendiri.  Orang tua inshaa Allah mendukung, meski harus banyak melewatkan dan meninggalkan banyak hal di sana, di rumah bercat hijau dengan pohon jambu besar itu. Masih ku ingat, di tengah ramainya lalu-lalang orang-orang di Bandara Soekarno Hatta, beberapa menit sebelum ku masuk ke Terminal C1 Penerbangan Internasional, Ami mendekapku erat sambil berkata, “Shalat dan baca qur’an jangan lupa ya, dek!”. Hanya itu kalimat pamungkas yang beliau ucapkan. Kami sama-sama menangis saat itu.

“Another winter day has come and gone away in either Paris or Rome.. 
And I wanna go home, let me go home..”

P1260189
-bersama potret keluarga, menatap salah satu keajaiban dunia-

Roma memang belum sempat kujelajahi. Nanti di waktu selanjutnya saja, mungkin dengan keluarga, mungkin saja sendiri, mungkin juga dengan teman hidup yang sampai saat ini ku tak tahu di mana dia menungguku. Tapi setidaknya aku pernah berkata pada langit Paris di medio musim gugur 2013 itu, “aku berada di sini membawa banyak cerita, banyak doa, banyak kasih dari keluargaku. Maka Tuhan, takdirkan kami berada di sini bersama nanti. Amiin.”

“Let me go home..
I’ve had my run,
Baby, I’m done.. I gotta go home..
It’ll all be all right, i’ll be home tonight,
I
’m coming back home..”

Dan beberapa hari lagi akan ku tutup kisah singkat ini, kisah tentang kehidupan di negeri seberang. Jauh dari keluarga, jauh dari teman, jauh dari saudara. Walau begitu, aku menemukan banyak hal baru di sini. Biar nanti kisah selanjutnya akan ku buat dengan judul yang juga baru.

Aku hanya serang pelancong yang sangat rindu pada rumah. Karena hatiku berada di sana, di rumah bercat hijau dengan pohon jambu besar itu. Ku tunggu kalian juga di sana. Di rumahku yang selalu membuat rindu.

*saat menikmati 2 derajat, 22.14 waktu Jerman Barat*

14 thoughts on “Rumah.

  1. another summer day has come and one away in german n nangorrr…………… geura balik nuri.. geura beresken kuliah dan ini ada yang mau sama kau,,,

      1. sedih, belum sempet ketemuan…maaf ya sy belum add fb-nya, abis sy malu sih hehehe
        kapan balik lagi ke Jerman?
        semoga lancar semuanya yaa🙂

      2. hahaa soalnya kan aku curcol mulu nih di blog klo di fb aku sangat pendiam hihihi
        nggak beda emailnya, yaudah deh aku add dirimu saja kalo gitu😀

    1. hallo (mba/mas) hanamizuki urasa..
      dankje well looh.. hehe
      ini masih hrs banyak belajar, kalo kata saya sih masih jauh dari kata “bagus”, semoga suatu saat nanti bisa bener2 jadi penulis.. amiin..
      makasih udah baca dan komen🙂

      di brussels jg? waah… tau gt pas kemaren ke sana ikut makan :dd

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s