Daily Activities · Nury's Foot Step

Karena Kalian adalah Kenangan

“Kita bermain-main siang-siang hari senin..
Tertawa satu sama lain, semua bahagia..
Semua bahagia..”

Di lantai tiga gedung berkayu itulah kita bertemu.  Tak sangka ternyata hidupku akan sangat berwarna setelah aku terjerumus ke dalamnya. Sebut saja kita ini takdir. Takdir untuk bertemu yang akhirnya ditakdirkan juga untuk berteman. Ah, tak lebih dari 10 tahun pertemanan kita ini. Bisa dihitung dengan sebelah tangan malah. Tapi sepertinya aku merasa sangat dekat dengan kalian.
Ya, kalian! Para makhluk super ciptaan Allah yang jika bersama kalian hari-hari terasa hebat, terasa bermakna, terasa tak ada duanya. Rasa-rasanya setiap jejak hari yang dilewati bersama kalian seolah punya cerita baru dan sangat wajib diceritakan kembali kepada anak-cucuku nanti. Eh, sebelumnya ke suamiku saja dulu :p

Kita tak berjumlah. Terkadang hanya lima orang saja, tiga orang saja, atau aku saja.  Tapi ketika kita berjamaah, dunia rasanya seperti milik kita. Bersama kalian selalu ramai, seperti gelas yang dipecahkan oleh Dian Sastro. Biarpun hanya duduk melingkar di atas tikar, biarpun hanya makan sepiring berdua atau bertiga, atau bersenda saat memberi warna pada selembar-dua lembar hablay yang buatku sejujurnya itu sangat melelahkan.
Sebegitu saja sudah sangat meaningful buatku, apalagi saat berkeliling kota bermodal kol buntung sewaan, nebeng makan gratis pasang wajah so’ kenal so’ dekat saat kunjungan adik, bermusik ria saat acara-acara besar, membuat api unggun, makan berjamaah di Ganyang (Gelap Nyawang), bahu-membahu membawakan carrier saat memuncak gunung, atau bahkan saat mengobrol ngalor-ngidul sambil menyesap aroma kopi dan teh hangat di selasar hijau Salman yang  sering menjadi saksi hari-harinya kita.
Bersama kalian cerita tak akan ada habisnya. Kita yang sama-sama belajar agama, tapi hedonisme seakan tetap terjaga jua. STMJ – Solat Terus Main-Main Jalan.

“Kita berangan-angan merangkai masa depan..
Di bawah kerindangan dahan semua bahagia..
Semua bahagia..
Matahari seakan tersenyum..”

-togetherness-
-togetherness-

Kalian itu manusia kecil yang berjiwa kuat, seperti Cinderella and 7 Dwarf. Aku yang jadi Cinderella, kalian kurcacinya *siap-siap ditimpuk botol :p
Kalian punya banyak keinginan kuat yang bahkan orang terbesar sekalipun belum tentu bisa memimpikannya, dan kalian dengan kepedean tingkat dewa nekat melakukannya, dan gilanya lagi kalian berhasil meraihnya! Siapapun yang bertemu kalian, akan menganggap jika kalian adalah orang hebat.Tak ada kata berhenti untuk semangat menggebunya kalian. Masing-masing punya mimpi, punya cita-cita. Ya walau sebagian diantara kita mengalami lulus sarjana yang tertunda (baca: mahasiswa lama), walau banyak dari kita sepert ikan sapu (baca: kalap) jika bertemu makanan, walau banyak dari kita terlihat seperti orang dengan kegejean sikap yang kentara sekali, tapi kita sudah tahu apa yang harus kita lakukan sekarang untuk masa depan.

“Walau makan susah, walau hidup susah, walau tuk senyumpun susah..
Rasa syukur ini karena bersamamu juga susah dilupakan..”

Pernah kita berkata,
“jika kalian lapar, datanglah ke lantai tiga, akan ada yang senang hati  memberi makan atau syukur-syukur langsung ditraktir di kantin Salman atau di Gelap Nyawang.. Jika kalian tak punya baju, datanglah ke sini dan dekati pengutam, bilang stok bajumu habis.. Mereka akan memberimu baju-baju semester lalu yang menumpuk di ruang pengap nan nyaman milik Galia.. Jika kalian kehausan dan tak punya uang untuk membeli minum, datanglah ke selasar hijau.. Akan kau temukan kopi dan teh manis gratis, tak peduli sebanyak apapun kau minum.. Jika kalian mengantuk sehabis praktikum datanglah ke sini.. Sekre sangat luas untuk dijadikan tempat tidur hingga kau berguling-guling sekalipun.. Jika kalian lelah, datanglah ke sini.. Akan ada sejuta tawa yang siap menghiburmu hingga suntuk melenggang pergi darimu.. Jika kalian ingin petualangan, datanglah ke sini.. Memuncak gunung, menyisir sungai, naik ke bukit, berkeliling kota, bersepeda ria, kuliner, tidur di emperan masjid karena tak mau mengeluarkan uang untuk menyewa losmen (yang murah sekalipun) saat berlibur  akan kalian dapatkan juga.. Jika kalian ingin kehangatan dan kenyamanan, keluarga kedua, tentu saja datang juga ke tempat ini.. Akan kalian dapatkan segalanya..”
Bersama kalian, senyum tak susah lagi. Malahan timbul tertawa yang tiada habisnya..

“Kita berlari-lari bersama mengejar mimpi..
Tak ada kata tuk berhenti..
Semua bahagia semua bahagia..
Matahari seakan tersenyum..”

Seringkah kau merasa Allah sangatlah baik pada kita? Kita punya teman yang senantiasa mengingatkan ketika salah, bantu berdiri ketika terjatuh, menjadi sandaran ketika sedih, mendengarkan ketika bermasalah, ikut tersenyum ketika kita senang, bantu menghabiskan makanan ketika kenyang, membuat api unggun dan makan mie rebus bersama ketika malam, atau tertawa sambil bercerita sambil minum kopi hitam. Juga bernyanyi falls “Hallo-Hallo Bandung” tak karuan saat dalam perjalanan menuruni gunung, yang sejujurnya buatku suara kalian tak ada bagusnya sama sekali. Tapi aku senang.

Vian berkata, “karena kalian, saya berani bermimpi“. Bukan sembarang mimpi, tapi mimpi yang sangat harus diwujudkan. Satu persatu mimpi-mimpi dari kita mulai teraih. Aku mengejar mimpiku ke Jerman, Vian mengejar mimpi untuk mengabdi di pedalaman, Irfan memurnakan masa lajangnya sebentar lagi, para gembel yang berhasil menjelajah tiga negara tetangga, para gegedug Galia  yang bermimpi menapak puncak gunung di seluruh Indonesia, dan masih banyak mimpi-mimpi amazing dari kita yang akan segera kita raih.
Jangan pernah lelah untuk bermimpi. Jangan pernah lelah untuk tersenyum. Jangan pernah lelah untuk menghiasi hari-hari orang di sekitarmu, juga tentu mewarnai hari-harimu.

Terima kasih karena kalian yang super duper hebat itu telah mengontaminasiku dengan jurus-jurus andalan hidup yang dahsyat. Terima kasih karena telah begitu banyak menggoreskan warna-warni manisnya petualangan dan tantangan. Pahit juga pernah kita alami, toh? Dan dengan bersama kita berhasil menaklukannya. Gilanya kalian sesungguhnya hal kedua yang sangat aku rindukan selalu. Setiap aku menapak tempat baru di sini, selalu yang kupikirkan adalah kalian. Maka ku ambil kameraku, pindahkan ke Facebook, selanjutnya mengetik nama kalian di kolom “Tag photo”, berharap kalian mengerti betapa terkejutnya aku bisa berada di sini. Biar bisa kalian rasakan juga, bahwa sesungguhnya semangat kalianlah yang mengantarku untuk bisa berada di sini.
Buatku, kalian adalah kenangan. 

Duisburg, 11.41 am
Sambil ditemani lagu “Sherina – Ku Bahagia” sambil sesekali tersenyum..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s