Daily Activities

Lelaki Hujan

Namamu Lelaki Hujan. Begitu aku menyebutnya. Jika kau bertanya alasannya mengapa, karena ia sangat menyukai hujan.

Namamu Lelaki Hujan. Hadirmu pun seperti hujan. Sering kamu ada setelah gumpalan hitam menyelimuti langit, lalu kamu hadir dan mengguyur kami. Kadang pula kamu hadir tak dapat diprediksi, saat sang jingga sedang indah-indahnya dan orang-orang tengah menikmatinya, tak dinyana kamu datang tiba-tiba. Membuat terkejut.

Namamu Lelaki Hujan. Kamu sangat mengasyikan. Memberikan sensasi berbeda bagi orang-orang yang sangat menantimu dan menyukaimu. Sering orang-orang sengaja berdiam lama di tepi jendela, melamun-memikirkan kenangan-memikirkan masa depan-meikmati keindahan-keindahan dalam hidupnya sambil menikmati derasnya sentuhanmu atau meresapi germercikmu. Di film-film India, sering scene saat kamu hadir  adalah saat-saat paling romantis seumur hidup.  Begitupun dalam kehidupanku.

Namamu Lelaki Hujan. Seperti kamu tahu-siklus iklim di negara ini hanya dua (begitu mudahnya aku menyebutnya). Siklus milikmu dan siklus temanmu, musim penghujan dan musim kemarau. Walau secara teori pembagian waktu kekuasaannya sudah ditentukan, tapi tetap saja kadang hadirmu sangat dirindukan. Pelangi, kabut tebal, wangi jalanan beraspal yang lama disinari matahari lalu dibasahi olehmu, musim panen, jagung bakar dan lainlain, adalah beberapa alasan mengapa kehadiranmu sangat ditunggu. Kamu sangat membuat rindu.

Namamu Lelaki Hujan. Ingin menjitakmu  karena kamu sangat menyebalkan. Kamu membuat ku sakit, saat tiba-tiba aku harus melawan keperkasaanmu sambil berlari terbirit-birit karena tak memiliki payung sebagai pelindung saat itu. Banyak mengorbankan orang atau hal lain untuk mu agar kamu mampu mengalir kemana pun sesuka hatimu. Mungkin lebih tepatnya, kamu tak peduli.

Namamu Lelaki Hujan. Meskipun kamu sangat menyebalkan, banyak orang yang ingin lama berdekat denganmu. Menikmati dan menggapaimu dari dekat. Kamu pun tak segan memberikan apa yang kamu miliki kepada orang banyak. Kamu sangat senang berbagi, tak kenal tempat, tak kenal orang, tak kenal waktu. Tentu itu bagi orang-orang yang dapat merasakannya.

Namamu Lelaki Hujan.  Kamu dinanti dan disukai banyak orang. Maka jika begitu, aku tak berhak memiliki mu seorang diri. Hanya meresapi kehadiranmu sahaja harus berbagi. Tapi tak apa.. Aku sangat menikmati ini. Terus berbagi yaa.. Terus memberi, dengan cara itu aku bisa sangat mencintaimu dari sisi aku..

*Aku selalu bahagia saat hujan turun, karena aku dapat mengenangmu untuk ku sendiri.. #Hujan – Utopia

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s